Kamis, 24 Maret 2016

aki aki itu

sore hari dikandangan

Allah beri pelajaran dengan cara lain..
ilmu baru di luar kelas...

al kisah

sore itu., aku dan tmnku going to kandindong, beli konsumsi untuk acara malam itu. usai membeli apa yang harus d beli kami pun ready balik ke ma'had. ternyata d jalan tanjakan.. ban belakang motor kami tiba2 kempis....ga jauh kmudian ada tambal ban. "alhamdulillah" 

pak Mus beliau mengenalkan diri. ku taksir dari usianya pastinya ni bapak sudah 60 thn lbih...
nampaknya bapak ini baik, beliau memulai membuka ban kami dengan basmalah. ku perhatikan ruangan yang entah ini layak d bilang bengkel atu tidak. terlalu berantakkan dan aku pun tak bisa bilang ini rumah. bahkan lantai untuk duduk pun tak ada.. 
berserakah dimana2 bekas ban, bekas kerangka roda, mur atau jeruji atau plastik bahkan entah apalagi itu. 
miris mendapati pak mus dengan usianya yang sepuh dan lingkungan yg kurang higenis.
tak lama kmudian ada seorang lelaki datang. ku rasa itu putra beliau. usianya mungkin 20 thunan.,
"pak mus, itu anaknya?" tanyaku membuka obrolan sore itu

"iyya mbak, itu anak saya yg terakhir" jawabnnya

"berapa emng anaknya pak?" tnya yuni menanggapi

"tinggal 9 mbak" lirih pak mus menjawab

"loh harusnya berapa?" aku antusias

"maunya 11 tapi ternyata cmn dpt 9"jawabnya diiringi tawa renyah
aku dan yuni jadi ketawa mndengarkan...

ku perhatikan gigi pak mus tnggal beberapa lagi... kulitnya suda mengeriput..helai rambutnya sudah jarang yg hitam. pak mus sudah harus istirahat..tapi semangat beliau msh sangat nampak.
"bapak cuman tinggal berdua? ibuny mana?"q lnjutkn penasaranku dalam pertnyaan ini

"ibunya sudah tak ada mbak, ya ini berdua saja sama anak saya" 
jawabnya smbil mencari lubang ban dalam motor beat kami

"bapak tinggal dimana?" lagi2 aku bertanya
"ya disini mbak...mandinya d mushollah"jawabnya dengan memompa ban kami

speechless dah aku. ga kebayang lagi gmn tdur d tmpat sperti itu? 
'murahkan rizkiMu untuknya ya Rabb' batinku

"anak yang lain kemana pak?"trnyata yuni juga pensaran

"ada yg d kediri, ada yg d surabaya, ada yg d ambon, ada yg d belitar dan entah d mna lagi.."jawabnya sambil menyalakn korek api
"apa mereka ndk pulang jenguk bapak?"ku lanjutkan

"mereka sudah lupa nampaknya mbak... mereka sudah menika dan entah lama mereka tak berkunjung. atau tdk tau mungkin d mn mereka harus pulang lagi, ada yg msh ingat tpi jarang sekali pulang., ya yang msh sama saya ini yg merawat saya. tp tak tau sampai kapan dia bertahan dan bersabar ikut saya. yg lain merantau dan melupa..tapi saya msh ingt jelas anak saya..dari yg pertama sampai yg terakhir. saya msih hafal kesukaan mereka masing2....heheh tapi ndk apa mbak.. saya justru bahagia, karena mereka bisa hidup berkecukupan. mengetahui itu saja saya sudah senang sekali. cukup saya mendoakan mereka..dimanapun mereka berada. yah biarlah mereka melupakan si tua yg tak bisa berikan mereka harta lebih ini. bagaimanapun mereka.,mereka tetap anak2 saya yang harus saya doakan. sehari2 bersama kucing saya dan anak laki2 trkhir saya saja sudah sngat cukup dan bahagia."jelasnya sambil memandangi jalanan dan senyum renyah..damai dengan sedikit jajaran sisa gigi yg ada.

terdiam sbntar..tanpa kata...hanya melanjutkan pekerjaanya dan kami memperhatikannya.

beberapa menit kmudian ban sudah trpasang dan siap kami melaju lagi.
"kapan2 mampir ya mbak..walau tidak untuk menambal" ucapnya

"in shaa allah pak"

"pak mus mungkin sudah tua, jadi akan cepat lupa. kalo d jalan ketemu dan masih ingat tolong d sapa ya.."tambahnya

"hehehe iya pak in shaa allah... terimakasih ya pak. pamit dlu pak..assalamualaikum" pamitku kemudian meninggalkan pak mus

Allahuakbar...allah sungguh maha adil dengan semua rencanaNYa.
semoga aku bisa selalu dan lebih bersyukur lagi dan selalu. dan kini tak bisa lagi aku mengingkari nikmatMu ya Rabb..

Selasa, 22 Maret 2016

aku sahabatmu bagaimanapun aku

"aku tau kamu seperti apa"
itu yang ia ucap padaku hanya melihat bagaimana cara aku berteman. ia hanya melihat siapa d sekelilingku. ia hanya menikmati cara aku tertawa...cara aku bercanda lantas kemudian menyimpulkan dengan instan bagaimana sebenarnya aku?
"wah mohon maaf" tampikku dalam hati. dengan membalas semua tuduhan akan pribadiku. aku tuh tidak seperti yg mereka bilang. apa yang mereka nikmati dari segala tingkahku tak ayal hanya usahaku untuk menutupi semua kurangku. mereka tak pernah mengerti sebnarnya apa yang ingin ku ekspresikan namun kuat ku tahan..
mereka tak pernah menyadari tebalnya topeng yang aku gunakan untuk menutupi semua cacatku.. mereka hanya melihat dengan sebelah mata. hai., aku tak sebaik yang kalian fikir.. tak sekuat yang kali sangka tak se bagus yang kalian nilai...
bagaimana jika seandainya aku tak menahan semua ini? mungkinkah kalian msh ada bersamaku?

jika iya...maka kalian benar2 sejati sahabatku...